Dki Batalkan Anggaran Shelter Warga Bukit Duri Bag3

Sementara itu, Meli menyatakan belum bisa memastikan apakah anggaran shelter akan dimasukkan ke APBD 2019. Dia beralasan, Bukit Duri masuk dalam program community action plan (CAP) dan belum dipastikan apakah warga akan dibangunkan kampung deret atau kampung susun. “Hasil CAP itu akan menentukan anggarannya,” ujar dia.

Kuasa hukum warga Bukit Duri, Vera Wenny Soemarwi, kecewa atas penghapusan anggaran tersebut. Menurut dia, DKI wajib menyediakan hunian sementara (shelter) sampai ada hunian permanen bagi 93 lahan di RW 10, 11, dan 12 yang digusur. Vera juga memastikan, pemilik lahan di Setia Ciliwung siap menjual lahannya kepada DKI. “Ini enggak ada political will dari pemerintah untuk membangun shelter,” kata dia.

Ikan Bakar Aroma Kecombrang ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Ikan Bakar Aroma Kecombrang ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Bahan: 2 ekor ikan nila, kerat-kerat 1 bh jeruk nipis, ambil airnya 5 lbr kecombang, iris tipis 1 sdt gula merah, sisir 2 sdt garam 1 sdm minyak goreng Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 4 bh cabai merah besar, buang bijinya 8 btr bawang merah 2 siung bawang putih

Cara Membuat Untuk 4 porsi: 1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis. Diamkan 10 menit. Tambahkan bumbu halus, gula merah, garam, kecombrang, dan minyak. Diamkan 30 menit di dalam lemari pendingin. 2. Panggang ikan di atas pan bergelombang yang sudah dialasi daun pisang, sambil olesi sisa bumbu hingga matang.

Tempe Penyet Sambal Daun Jeruk Untuk 2 porsi

Bahan: 300 gr tempe, iris 1 1/2 cm 1 siung bawang putih, haluskan 1 sdt ketumbar bubuk 1 1/2 sdt garam 200 ml air 400 ml minyak, untuk menggoreng Bahan Sambal: 4 lbr daun jeruk, buang tulangnya 6 btr bawang merah 2 siung bawang putih 6 bh cabai keriting merah 4 bh cabai rawit merah 3/4 sdt garam kasar

Cara Membuat: 1. Rendam tempe dengan campuran bawang putih, ketumbar, garam, dan air selama 30 menit. Tiriskan. 2. Goreng tempe di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang hingga keemasan. Tiriskan. 3. Sambal, ulek kasar daun jeruk dan garam. Masukkan cabai, bawang merah, dan bawang putih. Ulek kasar hingga rata. Siram dengan 1 sendok makan minyak panas. Ratakan. 4. Penyet tempe di atas sambal.

Patin Goreng Rempah Untuk 4 porsi

Bahan: 1 ekor ikan patin, potong-potong 1 sdt air jeruk nipis 1 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 500 ml minyak, untuk menggoreng Bumbu Halus: 2 jari lengkuas, potong-potong 4 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya 4 cm kunyit, bakar 6 btr bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdt ketumbar

Cara Membuat: 1. Lumuri ikan bersama jeruk nipis. Diamkan 15 menit. 2. Aduk rata bumbu halus, garam, dan merica bubuk. Masukkan ikan. Aduk rata. Diamkan 30 menit di dalam lemari es. 3. Goreng ikan dengan minyak yang telah dipanaskan hingga terlihat kering. Goreng sisa bumbu hingga kering.

Chef Owner of Kepiting Epi & vietnamese, Bandung

Cara memilih kepiting yang tepat jadi kunci utama sebelum mengolahnya. Kepiting yang segar bisa dilihat dari gerakan kepiting saat disentuh. Jika kaki belakangnya merespon lemah saat disentuh, artinya kepiting kurang segar. Kepiting segar akan menggerakan matanya masuk ke dalam kantong mata jika ada sentuhan. Tak jarang kita menemukan kepiting bercangkang besar, tetapi dalamnya kopong karena dagingnya menyusut.

Cara mengeceknya, “Kita pegang dengan kedua jempol tangan pada bagian sisi perut kiri dan kanan. Jika keras, maka dagingnya padat. Namun jika cangkangnya lembek dan mudah ditekan, artinya berdaging kopong,” imbuh koki yang akrab disapa Chef Epi ini. Jangan lupa cek juga kelengkapan bagian tubuh kepiting. Jangan sampai ada kakinya lepas, atau bagian cangkang terluka. “Jika kondisi kepiting sudah cedera, dipastikan dagingnya sudah terkontaminasi dan tak layak diolah,” sambungnya lagi.

Monitor IPS 4K dengan Densitas Tinggi Buatan NET89

Monitor IPS 4K dengan Densitas Tinggi Buatan NET89. Ada beberapa hal yang menentukan kualitas tampilan pada monitor, salah satunya adalah densitas atau kepadatan layar. Dinyatakan dalam PPI (Pixel Per Inch), densitas dipengaruhi oleh ukuran layar dan jumlah pixel maksimal yang dapat dimuat. Dengan meluncurkan UP2414Q, Dell mencoba memberi solusi bagi pengguna yang menginginkan monitor berdimensi kecil dengan resolusi yang besar. Monitor ini bermain di kelas 4K.

Itu artinya, pengguna akan mendapatkan detail hingga 4 kali lebih baik dari full HD. Tentunya diperlukan kartu grafis yang memadai apabila ingin menikmati resolusi sekelas 4K. Hadir dengan dimensi 24 inci menjadikan monitor ini memiliki kerapatan 185 PPI, angka yang tergolong tinggi untuk monitor desktop. Dell UP2414Q tidak menyertakan port D­sub. Sebagai gantinya, terdapat 1 port HDMI, 1 port DisplayPort, dan 1 port mini DisplayPort sebagai penghubung dengan PC.

Sebagai tambahan, UP2414Q juga menyediakan 4 port USB 3.0 untuk peripheral, di mana 1 di antaranya dapat digunakan untuk charging. Keseluruhan port tersembunyi di balik monitor. Pengguna harus melepas penutup port agar dapat mengaksesnya. Untuk dapat menikmati 4K secara maksimal di monitor ini, menyarankan monitor dihubungkan via DisplayPort 1.2. Ini dikarenakan HDMI hanya sanggup menyuplai resolusi 4K di refresh rate yang rendah, yaitu 30 Hz.

Refresh rate yang rendah akan mengurangi kenyamanan dalam menggunakan monitor untuk jangka waktu yang lama. Selain densitas yang tinggi, monitor ini dapat diatur kemiringan dan ketinggiannya. Selain itu, monitor ini dapat dengan mudah diputar hingga 90O (mode vertikal). Dilengkapi dengan auto­rotate, tampilan monitor akan menyesuaikan dengan posisi monitor. Banyak pixel berimbas pada power yang dibutuhkan. Walau saat stand by hanya mengonsumsi 1,2 W, monitor ini tergolong rakus daya. Dalam penggunaan normal, monitor ini dapat mengonsumsi daya hingga 120 W.

Spesifikasi Produsen: Dell Harga: N/A Distributor: Dell Indonesia Telepon: N/A Data Teknis Screen Size: 24 Inci Contras Ratio: 2.000.000:1 Brightness: 350 Cd/M2 Resolusi: 3840 X 2160 Response Time: 8 Ms Paket Penjualan Kabel Power, Kabel Displayport, Kabel Hdmi 1.4, Manual, Kabel Usb 3.0 Upstream

Uniknya Mochi Pelangi

Uniknya mochi buatan Indira Kania Putri dan Rizqi F. Razie dengan brand e-Mochition, terletak pada warna mochinya. Unik, lantaran kulit mochinya dibuat dengan warna rainbow alias pelangi. Mereka menyebutnya original rainbow. “Makanan dengan tampilan yang cantik dan unik selalu disenangi oleh banyak orang, terutama untuk para anak muda. banyak produsen makanan membuat tampilan produknya lebih mencolok mata, sehingga jadi pusat perhatian dan daya tarik tersendiri.

Nah, kami termotivasi membuat mochi pelangi ini,” kata Indira. Indira dan Rizqi mengombinasikan original rainbow dengan isi kacang tumbuk. “Kami mencoba untuk membuat inovasi perubahan tampilan kulit mochinya menjadi lebih menarik, cantik, dan kekinian, tanpa mengubah rasa dan kelezatan mochi originalnya,” tambahnya. Tak hanya original rainbow alias mochi pelangi yang jadi pusat perhatian. Di sini juga tersedia varian rasa lain yang tak kalah unik, seperti red velvet cheese, blue choco mint, choco Oreo, green tea red bean, selai kacang wijen, mochi strawberry, dan mochi kopi yang beraroma menggoda.

“Kebanyakan anak muda suka mochi choco Oreo, original rainbow, blue choco mint, dan red velvet cheese. Sedangkan pembeli yang lebih tua lebih suka varian mochi isi kacang, original rainbow, mochi kacang wijen, dan green tea redbean. Penggemar kopi, tentu saja suka mochi kopi,” tutur Indira. Dalam berjualan, Indira dan Rizqi mengandalkan sistem pre order. Dalam 1 minggu, mereka hanya membuka order 3 kali. Dan 1 kali buka order, mereka memproduksi 50-100 mochi aneka varian.

Telur Bumbu Rempah 10 Porsi ala Catering Jakarta

Telur Bumbu Rempah 10 Porsi ala Catering Jakarta

Bahan: 10 buah telur, rebus, kupas, goreng berkulit 1/4 sendok teh pala bubuk 1/8 sendok teh adas manis bubuk 1/8 sendok teh jinten bubuk 1 lembar daun salam 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir 1 cm kayumanis 300 ml santan dari 1/4 butir kelapa 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus: 6 butir bawang merah 2 buah cabai merah besar 4 buah cabai merah keriting 1 cm kunyit, bakar 1 cm jahe 2 cm lengkuas 3 butir kemiri, sangrai 1/2 sendok teh ketumbar

Cara membuat: 1. Tumis bumbu halus, jinten, daun salam, kayumanis, adas, dan pala bubuk sampai harum. Masukkan telur. Aduk rata. Tuang santan. Aduk hingga mendidih. 2. Tambahkan garam dan gula. Masak sampai meresap kuah kental.

Pepes Ayam & Jamur 12 Bungkus

Bahan: 1 ekor ayam, potong 24 bagian 100 gram jamur merang, potong 2 bagian 8 butir bawang merah, iris tipis 100 gram jamur tiram, suwir suwir 4 siung bawang putih, iris tipis 2 sendok teh air jeruk lemon 4 buah cabai merah besar, buang bijinya, cincang kasar 1 batang serai, memarkan, iris tipis 2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus 5 lembar daun salam, potong potong 1/2 sendok makan garam 1/4 sendok teh merica bubuk 100 ml santan dari 1/2 butir kelapa 8 tangkai daun kemangi, petiki daun pisang untuk membungkus

Cara membuat: 1. Aduk rata semua bahan. 2. Ambil daun pisang. Sendokkkan campuran ayam dan jamur. Bungkus pepes. 3. Kukus diatas api sedang 30 menit sampai matang.

Daging Bakar Masak Santan 5 Porsi

Bahan: 400 gram daging sengkel, potong melebar 1 cm 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya 4 buah tomat hijau, potong-potong 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1/4 sendok teh gula pasir 11/4 sendok teh garam 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Tumbuk Kasar : 6 buah cabai hijau besar 6 butir bawang merah 10 buah cabai merah keriting

Cara membuat: 1. Panaskan minyak lalu tumis bumbu tumbuk tambahkan daun jeruk sampai baunya harum. Masukkan daging. Aduk hingga berubah warna. Tambahkan tomat, garam, dan gula pasir. Aduk rata. 2. Masukkan santan sedikit-sedikit. Biarkan hingga bumbu meresap dan matang.

Provokasi Santri-santri Batu Kapur

EMPAT pemuda berkopiah hitam dan bersarung itu berdiri tegap di sebuah tebing miring. Di samping mereka, mesin alat berat backhoe menderu menggaruk-garuk sisi lain tebing. Ketika trompet saronen (instrumen tiup Madura) ditiup tanda pertunjukan dimulai, empat pemuda ”santri” bertelanjang dada dan tak beralas kaki itu kemudian duduk bersila. Tangan mereka memutar-mutar gilis (alat tradisional Madura yang terbuat dari batu untuk menghaluskan jagung). Jagung diganti batu kapur. Lewat pelantang suara, seseorang memanggil mereka. Satu per satu mereka pun menuruni tebing, mendekati penonton dengan berbagai cara. Ada yang berlari zigzag, ada yang berlari di tempat ala militer dengan mata melotot.

Ada pula yang kejang-kejang seperti terkena setrum tegangan tinggi. Itulah adegan pembuka pertunjukan teater bertajuk Mini-mini#3 Batu karya Anwari. Sutradara alumnus Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Universitas Negeri Surabaya tahun 2014 itu menggelar pertunjukan unik di penambangan batu putih di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Rabu sore dua pekan lalu. Anwari memanfaatkan sebuah tanah lapang di lokasi penambangan batu kapur milik Haji Mustofa di Kecamatan Socah. Mustofa adalah pemilik tempat wisata kolam renang Goa Pote, yang juga terletak di lokasi tambang galian C terbesar di Bangkalan tersebut. Boleh dibilang lokasi pertunjukan di penambangan batu kapur itu begitu alami, terletak di sebuah lembah yang dikelilingi tebing bukit kapur.

Di tebing itu ada ruangan-ruangan kecil tempat para penambang berteduh dari sengatan matahari. Pertunjukan teater ini hampir tanpa dialog, kecuali prolog sutradara di awal pentas. Para pemain menampilkan adegan seperti penambang batu kapur tengah beraktivitas. Karena itu, pentas ini dimulai pukul 16.00. Waktu ini dipilih lantaran aktivitas penambang sedang ramai. Ada suara mesin chain saw, suara alat berat backhoe, serta deru kendaraan pickup dan dump truck yang hilir-mudik. ”Kami lebur dengan realitas kehidupan para penambang batu,” kata Anwari. Mereka memulai pementasan pukul empat sore agar benar-benar menyatu dengan aktivitas alami lokasi tambang. ”Kami juga meminjam alat berat agar jadi bagian dari pertunjukan,” ujar Elyda K. Rara, produser pentas.

Bagus Pandega menunjukkan bahwa karya seni tidak harus diam

Bygone merupakan tafsir literal dan kontemplasi personal sang seniman melihat kehidupan yang sudah berlalu. Beberapa karya dalam pameran ini memiliki sistematika yang sama dengan durasi berbeda. ”Kadang nyala sendiri, kadang nyala bareng. Seperti itulah kehidupan,” kata Bagus mencontohkan tiga seri karya A Tea Poi On Moo. Pada seri karya itu, Bagus merancang instalasi turntable, vinyl, yang berputar otomatis dengan sistem relay elektronik dan disorot lampu meja. Tiga karya ini berputar secara acak. Ketika berputar, tiga vinyl yang diberi stiker bibir di sekelilingnya itu menampilkan animasi bibir bergerak yang mengucapkan saya tidak tahu, saya tidak yakin, dan lihat saja nanti.

Website : kota-bunga.net

Tiga kalimat yang merujuk pada ketidakpastian itu sendiri. Telah lama Bagus menjadi kolektor vinyl. Sesekali, dalam beberapa bulan, alumnus magister seni murni dari Institut Teknologi Bandung ini memborong ratusan vinyl tanpa melihat judulnya. ”Banyak musik yang belum pernah saya dengar. Tapi pernah saya mendapat edisi emasnya Michael Jackson,” katanya. Vinyl juga jadi medium yang dipilih Bagus dalam membuat Polka, karya yang menampilkan putaran acak dari 16 piringan hitam yang disusun dalam rak kaca. Di ruang hening, sistem elektronik yang memutar vinyl secara acak ini akan terdengar seperti bunyi halus orang bernyanyi seriosa. Namun suara itu tenggelam dalam kegaduhan bunyi bermacam karya Bagus dalam ruangan ini. l l l DINDING putih sepanjang galeri tak luput jadi ”kanvas” sang seniman.

Bagus memasang di dinding itu rangka besi dan lampu sirene kuning sepanjang enam meter yang terhubung dengan sistem elektronik. Deretan lampu itu berpendar dan berputar tanpa pola. Tapi, sesekali, kata ”Peak” terbaca di antara pendaran lampu itu. Tak ada suara yang keluar dari karya ini, tapi, ”Karya ini membutuhkan usaha lebih lama,” kata Bagus. Dalam karya itu, Bagus juga tidak menyembunyikan lilitan berbagai macam kabel listrik. Semuanya terekspos. Di ruangan lain, Childhood Mixed Fantasy dipresentasikan dalam gelap. Dalam karya ini, Bagus merancang pelat berbentuk bundar dipasangi baut-baut dan berotasi layaknya piringan hitam raksasa. Tiap kali bautbaut itu menyentuh delapan switch yang menggantung di atasnya, sentuhan tersebut memicu keluarnya bunyi dari delapan motor music box yang terhubung. Lampulampu LED yang tersusun dari kabel akan merespons bunyi-bunyian dari kotak musik dengan menyala bergiliran.

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan 2

Mindless eating dapat menyebabkan kita tetap merasa lapar dan ingin makan lagi meskipun sebelumnya sudah makan. Pada anak, mindless eating juga menyebabkannya jadi pilih-pilih makanan. Anak tidak menghargai makanan yang ada di depannya. Kemungkinan besar pemikiran ini (mind) datang dari contoh orangtuanya.

Mama Papa mungkin pernah secara tidak sengaja pernah berucap seperti ini, “duh, sup ikannya kok enggak enak ya Pa. Nyesel deh tadi Mama memesan ini,” ucap Mama pada sebuah restoran ketika makan bersama sambil menyingkirkan ikan di hadapan anak. Nah, jangan salahkan kalau kemudian anak meniru mamanya jadi tak suka ikan.

Perlu diingat, anak-anak belajar dari pengamatan. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan terutama ditemuinya terus-menerus akan tertanam dengan baik dalam pikirannya, sehingga akan ia tiru dan menjadi bagian dari perilakunya. Nah, orangtua perlu memberikan teladan sejak dini dan terusmenerus, termasuk teladan bagaimana menghargai makanan.

4 Langkah Penting Pola Makan Sehat

sat-jakarta.com – Pada perempuan yang makan dengan terburuburu, mengasup 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Untuk memulai pola makan yang lebih sehat dan lambat, keluarga bisa menerapkan empat langkah berikut:

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

Pertama: Duduklah di ruang makan yang tenang dan tidak berisik. Masing-masing menghadapi makanannya dengan menyuap sesendok demi sesendok, lalu mengunyah per lahan. Jangan makan sambil menonton televisi, apalagi memainkan gadget. Fokus saja pada makanan dan nik mati. Selain belajar fokus pada makanan, acara makan ber sama dalam suatu keluarga bisa menjadi momen spesial. Para ahli psikologi meyakini, salah satu cara agar proses pembelajaran berhasil diingat, yakni bila kita memasuk kan emosi di dalamnya, entah emosi senang atau sedih. Nah, ketika sedang makan, pada umumnya emosi sukacita mendominasi pada hati ditiap orang. Inilah saat tepat bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai syukur atau penghargaan terha dap makanan dengan penuh keakraban. Tak ada salahnya bila orangtua menjadikan agenda makan secara khusus. Misalnya, mengusahakan makan dilakukan bersama-sama di meja makan. Suasana diusa hakan cair dan hangat sehingga orangtua dan anak-anak bisa berkomunikasi dengan menyenangkan.

Kedua: Santap beragam makanan demi keseimbangan zat gizi. Setiap makan, pastikan di atas piring terdapat makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein. Tiga jenis zat gizi ini dikenal paling lama dicerna tubuh, sehingga energi tidak cepat habis dan kita merasa ke nyang lebih lama. Melengkapi mindful eating, dikenal pula rainbow plate. Artinya, dalam setiap piring selalu ada warna warni, lebih dari tiga yang berasal dari serat, lemak dan protein tadi. Temukan serat pada buah-buahan, sayur sayuran, gandum utuh, kacang, dan biji-bijian. Untuk memenuhi kebutuhan lemak, pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti: avokad, kacang almond, kacang tanah, dan minyak zaitun. Lalu santap daging sapi, ikan, tempe, tahu, dan ayam tanpa kulit se bagai sumber protein.

Ketiga: Ambil makanan sedikit demi sedikit, lalu kunyah sampai benar-benar lumat, barulah ditelan. Beri jarak waktu antara suapan demi suapan. Nik mati sejenak obrolan selama beberapa menit, lalu lanjut kan kembali makan.

Keempat: Biasakan anak-anak mempunyai jam makan yang tera tur saat makan pagi, siang, dan malam. Konsep mindful eating mengikuti jarak makan normal manusia, yakni setiap empat jam sekali sambil memer hatikan porsi makanan. Jika dalam 4—5 jam kemudian si kecil belum merasa lapar, artinya ia makan terlalu banyak pada 4—5 jam sebelum nya. Dengan konsep ini, anak belajar makan ke banyakan itu seperti apa dan makan cukup itu seperti apa. Ini sejalan dengan tujuan mindful eating, yaitu menyerahkan kebutuhan makan pada tubuh, bu kan pada selera, nafsu dan emosi, serta tahu kapan ha rus berhenti makan. Mulailah makan ketika belum begitu lapar dan berhentilah makan pada saat mulai merasa kenyang. Mula-mula mungkin terasa sukar, apalagi bagi anak anak yang sudah terbiasa makan cepat akan membutuh kan waktu untuk disiplin. Namun, dengan contoh dan penjelasan dari Mama Papa, apa pun pasti bisa dilaku kan asal terbiasa.