Category Archives: Parenting

Program Audisi Vokal

Suatu siang, redaksi nakita keda tangan dua musisi kondang, ayah dan anak, Erwin Gutawa (53) dan Gita Gutawa. Mereka ingin sharing tentang anak-anak Indonesia yang memiliki talenta luar biasa dalam olah vokal. Mereka pun bercerita tentang program audisi vokal yang diberi nama “Di Atas Rata-Rata” (DARR) dan sudah masuk gelombang kedua. DARR sen diri adalah sebuah project music yang diproduseri Erwin dan Gita.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Anak-anak Indonesia yang berbakat dalam bidang olah suara, mereka kumpulkan dan pilih melalui audisi tertutup. Lahirnya DARR, papar konduktor dan pemilik Erwin Gutawa Orchestra ini, benihnya muncul ketika ia dipercaya menangani musik pada pementasan Musikal Laskar Pelangi sekitar tiga tahun lalu. “Saat audisi, saya ketemu banyak anak yang bagus sekali dalam menyanyi dan ber akting,” kata Erwin, sehingga terbukalah matanya bahwa anak Indonesia itu “gila-gila” kemampuan musik dan menyanyinya, perlu ada tempat untuk mengembangkannya lebih lanjut.

Kemudian, Erwin berbincang dengan anaknya, Gita, dan terbersit ide untuk membuat sebuah audisi. “Tapi, waktu itu belum ada namanya, pokoknya kami coba-coba bikin audisi di studio kami,” imbuh Erwin. Erwin pun menginformasikan ke teman-temannya dan guru-guru vokal untuk mengirimkan anak didik mereka mengikuti audisi di studio musiknya. Ternyata, animonya cukup menggembirakan, banyak peserta antusias ikut audisi.

Di hari pertama saja, Erwin dan Gita sudah dibuat terpesona oleh anak usia 10 tahun yang menyanyi jazz sambil improvisasi. “Wah, ternyata benar-benar hebat-hebat anak Indonesia itu, potensinya dahsyat banget!” ucap Erwin yang membayangkan di usia 10 tahun mungkin ia masih main kelereng, layangan, atau permainan tradisional lain. “Boro-boro mengerti cord atau improvisasi, jauh dah!” tegas lulusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986) ini.

35 Kisah Terbaik Rasulullah & Sahabat

Banyak kisah tentang Rasulullah dan para sahabatnya yang bisa dijadikan teladan buat kita dan anak-anak. Nah, di buku ini terdapat 35 kisah Rasulullah dan para sahabatnya yang luar biasa, seperti: kisah Salamah bin Akwa yang pemberani, Ibnu Abbas yang sudah menghafal Alquran sejak kecil, Zainab binti Jahsy yang sangat dermawan, Hudzaifah yang sangat teguh memegang amanah, Rasulullah yang sangat menghormati tamu, dan banyak lagi. Setiap kisah disampaikan dengan menarik dengan tulisan berima sehingga kita bisa menceritakannya sambil mendendangkannya dan anak pun tidak akan bosan mendengarkannya. Melalui kisah-kisah ini, kita pun terbantu dalam upaya membangun karakter positif anak.

Mengapa Kiwi Menjadi Buah Paling Menyehatkan?

Mama tentu mengenal buah kiwi, bukan? Ternyata buah asal Selandia Baru ini merupakan salah satu buah yang paling menyehatkan. Buah Kiwi Zespri® Green menjadi salah satu kategori buah kiwi yang banyak tersebar di dunia. Berikut 7 alasan mengapa Kiwi Zespri® Green menjadi buah paling menyehatkan: z Memiliki kandungan vitamin C dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk. Vitamin C berkontribusi pada fungsi normal imunitas tubuh. Vitamin C dalam Buah Kiwi Zespri juga terbukti membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

z Rendah sodium, lemak dan memiliki GI (indeks glikemik) rendah sehingga baik dikonsumsi setiap hari. z Tingkat nutrisi tinggi, yaitu 5 kali buah pir atau 6 kali buah Apel. z Buah yang kaya serat, yakni sebanyak 3 g/100g (bandingkan dengan pepaya 1,8 g/100g). z Mengonsumsi 2–3 buah Kiwi Zespri® Green secara teratur setiap hari memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan sistem pencernaan (Berkurangnya rasa kembung, Memperlancar buang air besar dan Perubahan enzim positif yang mendukung pertumbuhan bakteri baik dan berkurangnya bakteri jahat dalam sistem pencernaan).

z Mengandung enzim actinidin yang memperlancar tubuh mencerna protein makanan seperti daging, susu, biji-bijian, dan serealia lainnya (terutama kasein, protein dalam otot daging, gluten, dan pada kondisi tertentu protein isolate kedelai). z Semua Buah Kiwi Zespri® ditanam berdasarkan Zespri® System, sebuah pro gram quality assurance untuk memasti kan semua Buah Kiwi Zespri® ditanam dengan teknik manajemen kebun terbaik, serta memperhatikan kelangsungan ling kungan hidup sekitarnya.

Mango Salad Edamame UNTUK 4 PORSI NILAI GIZI PER PORSI: ENERGI = 388 Kal PROTEIN: 27,8 g z LEMAK: 15,2 g z KARBOHIDRAT: 42,9 g BAHAN: 300 g edamame, rebus, ambil bijinya 100 g bawang bombai, iris halus 300 g mangga indramayu, iris halus memanjang 2 btg daun ketumbar, cincang 3 sdm air jeruk nipis 2 sdm thai chili sauce 2 sdm saus tomat 3 sdm gula pasir 2 sdm saus plum 1 sdt garam Lettuce secukupnya CARA MEMBUAT: campur semua bahan kecuali lettuce menjadi satu, aduk rata. ? Susun lettuce di dalam piring saji, letakkan campuran salad di atasnya, hiasi sesuai selera.

Sumber : pascal-edu.com

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan 2

Mindless eating dapat menyebabkan kita tetap merasa lapar dan ingin makan lagi meskipun sebelumnya sudah makan. Pada anak, mindless eating juga menyebabkannya jadi pilih-pilih makanan. Anak tidak menghargai makanan yang ada di depannya. Kemungkinan besar pemikiran ini (mind) datang dari contoh orangtuanya.

Mama Papa mungkin pernah secara tidak sengaja pernah berucap seperti ini, “duh, sup ikannya kok enggak enak ya Pa. Nyesel deh tadi Mama memesan ini,” ucap Mama pada sebuah restoran ketika makan bersama sambil menyingkirkan ikan di hadapan anak. Nah, jangan salahkan kalau kemudian anak meniru mamanya jadi tak suka ikan.

Perlu diingat, anak-anak belajar dari pengamatan. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan terutama ditemuinya terus-menerus akan tertanam dengan baik dalam pikirannya, sehingga akan ia tiru dan menjadi bagian dari perilakunya. Nah, orangtua perlu memberikan teladan sejak dini dan terusmenerus, termasuk teladan bagaimana menghargai makanan.

4 Langkah Penting Pola Makan Sehat

sat-jakarta.com – Pada perempuan yang makan dengan terburuburu, mengasup 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Untuk memulai pola makan yang lebih sehat dan lambat, keluarga bisa menerapkan empat langkah berikut:

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

Pertama: Duduklah di ruang makan yang tenang dan tidak berisik. Masing-masing menghadapi makanannya dengan menyuap sesendok demi sesendok, lalu mengunyah per lahan. Jangan makan sambil menonton televisi, apalagi memainkan gadget. Fokus saja pada makanan dan nik mati. Selain belajar fokus pada makanan, acara makan ber sama dalam suatu keluarga bisa menjadi momen spesial. Para ahli psikologi meyakini, salah satu cara agar proses pembelajaran berhasil diingat, yakni bila kita memasuk kan emosi di dalamnya, entah emosi senang atau sedih. Nah, ketika sedang makan, pada umumnya emosi sukacita mendominasi pada hati ditiap orang. Inilah saat tepat bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai syukur atau penghargaan terha dap makanan dengan penuh keakraban. Tak ada salahnya bila orangtua menjadikan agenda makan secara khusus. Misalnya, mengusahakan makan dilakukan bersama-sama di meja makan. Suasana diusa hakan cair dan hangat sehingga orangtua dan anak-anak bisa berkomunikasi dengan menyenangkan.

Kedua: Santap beragam makanan demi keseimbangan zat gizi. Setiap makan, pastikan di atas piring terdapat makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein. Tiga jenis zat gizi ini dikenal paling lama dicerna tubuh, sehingga energi tidak cepat habis dan kita merasa ke nyang lebih lama. Melengkapi mindful eating, dikenal pula rainbow plate. Artinya, dalam setiap piring selalu ada warna warni, lebih dari tiga yang berasal dari serat, lemak dan protein tadi. Temukan serat pada buah-buahan, sayur sayuran, gandum utuh, kacang, dan biji-bijian. Untuk memenuhi kebutuhan lemak, pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti: avokad, kacang almond, kacang tanah, dan minyak zaitun. Lalu santap daging sapi, ikan, tempe, tahu, dan ayam tanpa kulit se bagai sumber protein.

Ketiga: Ambil makanan sedikit demi sedikit, lalu kunyah sampai benar-benar lumat, barulah ditelan. Beri jarak waktu antara suapan demi suapan. Nik mati sejenak obrolan selama beberapa menit, lalu lanjut kan kembali makan.

Keempat: Biasakan anak-anak mempunyai jam makan yang tera tur saat makan pagi, siang, dan malam. Konsep mindful eating mengikuti jarak makan normal manusia, yakni setiap empat jam sekali sambil memer hatikan porsi makanan. Jika dalam 4—5 jam kemudian si kecil belum merasa lapar, artinya ia makan terlalu banyak pada 4—5 jam sebelum nya. Dengan konsep ini, anak belajar makan ke banyakan itu seperti apa dan makan cukup itu seperti apa. Ini sejalan dengan tujuan mindful eating, yaitu menyerahkan kebutuhan makan pada tubuh, bu kan pada selera, nafsu dan emosi, serta tahu kapan ha rus berhenti makan. Mulailah makan ketika belum begitu lapar dan berhentilah makan pada saat mulai merasa kenyang. Mula-mula mungkin terasa sukar, apalagi bagi anak anak yang sudah terbiasa makan cepat akan membutuh kan waktu untuk disiplin. Namun, dengan contoh dan penjelasan dari Mama Papa, apa pun pasti bisa dilaku kan asal terbiasa.