Category Archives: Parenting

Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal Dari Perlindungan Yang Optimal

Bereksplorasi jelas merupakan kebutuhan si Kecil agar ia bisa belajar dan kenal lingkungan di sekitarnya. Karena itu, Bunda harus memberi kesempatan kepadanya untuk bisa mencoba ini dan itu. Jangan khawatir si Kecil akan bersentuhan dengan benda atau lingkungan yang mungkin tak terlalu bersih, karena kita bisa melindunginya dengan daya tahan tubuh yang kuat.

Baca juga : ausbildung jerman

Caranya, “Bentengi tubuh anak dengan nutrisi lengkap, seimbang dan tepat, agar ia tidak mudah sakit,” kata Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K) saat menjadi pembicara pertama di seminar parenting yang diselenggarakan DANCOW Parenting Center dan nakita, di Hotel Crowne Plaza, Semarang (22/10). Selain jadi tak mudah sakit, nutrisi lengkap, seimbang dan tepat juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. “Asupan berupa karbohidrat, protein, minyak ikan, omega-3, omega-6, dan zat besi sangat dibutuhkan oleh otak yang sedang tumbuh dan berkembang. Semua nutrisi itu memungkinkan percepatan komunikasi antar-sel otak, membantu perkembangan, daya kerja dan fungsinya,” tambah dr. Hartono kepada sekitar 400-an peserta seminar yang hampir semuanya mengenakan busana berwarna kuning.

Tak hanya itu, otak juga membutuhkan stimulasi yang tepat sesuai usia anak. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, pada sesi berikutnya menyoroti pentingnya stimulasi serta cinta Bunda dan Ayah untuk tumbuh kembang optimal anak. “Cinta berarti memberikan apa yang terbaik yang dibutuhkan anak. Memberikan cinta yang utuh kepada anak merupakan bagian dari pola asuh yang tepat, yaitu pola asuh yang mendukung eksplorasi si Kecil sesuai kebutuhannya. Anak senang mengamati, menyentuh, dan mencoba hal-hal baru. Tugas orangtualah untuk mengakomodir perkembangan anak tersebut,” ujar Psikolog Perkembangan anak ini. Menurut Vera, sebaiknya Bunda dan Ayah membebaskan si Kecil bereksplorasi tanpa mengesampingkan faktor kesehatan dan keamanannya. Contoh, si Kecil boleh main di lapangan, tetapi di jam tertentu harus pulang.

Pola asuh ini juga bersifat menyenangkan dan mengajak, bukan memaksa. Pembicara terakhir, pakar nutrisi Sari Sunda Bulan, AMG menekankan pentingnya kesehatan saluran cerna sebagai benteng pertahanan tubuh. Pasalnya, sekitar 80% sistem daya tahan tubuh manusia ada di saluran cerna, sehingga kolonisasi bakteri baik penting untuk pematangannya. “Bakteri baik yang sudah terbukti membantu menurunkan risiko infeksi pada anak adalah Lactobacillus rhamnosus. Jangan lupakan juga pentingnya serat pangan, yaitu inulin, vitamin A, C, dan E, serta mineral selenium dan zink. Semuanya sangat baik untuk membantu memenuhi nutrisi untuk kesehatan si Kecil.” Sebelum acara berakhir, peserta pun dimanjakan dengan aneka kuis bertabur hadiah. Acara DANCOW Parenting Center dan nakita memang seru. Namun, terpenting adalah para Bunda bisa pulang dengan membawa ilmu baru dan tentunya inspirasi bagi si Kecil.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Titi Kamal Disiplin Lewat Lagu

Mengajarkan hidup teratur dan disiplin pada buah hati dilakukan Titi lewat contoh dan nyanyian. Bagi pemeran Maura dalam film Cinta 2 sekaligus anugerah terindah. Pemilik nama lengkap ini, memiliki anak adalah keajaiban, Kurniati Kamalia Ada Apa Dengan (33) ini, lantas bercerita tentang sang buah hati, Arjuna Zayan Sugiono atau Juna (2).

Baca juga : kerja di Jerman

“Juna mendapat ASI eksklusif, sebab hanya itu makanan yang terbaik bagi bayi,” papar istri dari aktor yang juga bermain dalam AADC 2, Christian Sugiono (33). Menurut artis yang akrab disapa Tikam ini, ia dan Christian sengaja mengurus Juna sendiri, “Bagi kami, sebaik-baiknya diurus oleh orang lain, seorang anak paling baik diurus oleh orangtuanya sendiri.” Karena itulah, Juna selalu dibawa ke mana-mana oleh Tikam, tak terkecuali saat syuting. Masalahnya, tidak mudah membawa anak ke tempat syuting, karena tidak semua lokasi syuting ramah anak.

Tikam lalu menyiasatinya dengan pilih-pilih pekerjaan, “Saya pastikan dulu, bolehkah saya membawa anak, disediakan tempat khusus untuk anak atau tidak, dan sebagainya.” Untungnya, Juna termasuk anak yang asyik dan tidak rewel, jadi dibawa ke mana-mana pun anteng.Tak heran, karena selama ini Tikam mendidiknya dengan keteraturan. ”Bagi saya, yang penting anak itu mampu hidup teratur, disiplin. Hal itu sudah kami biasakan sedari Juna masih bayi, misal Juna kalau makan selalu di baby chair.” Sekarang, Tikam juga mulai melatih Juna untuk membereskan mainannya sendiri usai digunakan.

Caranya? “Saya selalu memberikan contoh. Saya bereskan mainan Juna sambil bernyanyi, he he he…. Begitu juga saat ngajarin buang sampah di tempatnya, tetap dengan contoh dan bernyanyi. Lagunya bebas, kita karang sendiri aja, ha ha ha….” jelasnya sambil tertawa lebar. Hasil penerapan disiplin ini sudah tampak pada Juna yang tumbuh menjadi anak yang senang kerapian. “Juna suka beres-beres, selalu menaruh barang di tempat semula. Dia juga resik, kalau ada sampah, dia akan mengambilnya, lalu membuang ke tempat sampah,” kata Tikam yang ingin memiliki tiga anak. Wah, senangnya!

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Usir Bosan Saat Cuti Bag5

Menceritakan proses pertumbuhan sang adik dan meminta kakak untuk berinteraksi sejak dini bisa membuat kakak belajar untuk menerima kehadiran anggota keluarga baru.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Dengan begitu, bila ada hal-hal yang kakak tanyakan seputar adik bayi atau bagaimana perasaannya dengan adanya anggota keluarga baru, Mama masih bisa fokus untuk membicarakannya dengan lebih santai dan mendalam.

~ Adik adalah teman terdekat yang menyenangkan. Utarakan kalau kehadiran adik akan membuat harihari kakak menjadi lebih menyenangkan karena ada teman baru di rumah sehingga kakak tak akan sendirian lagi. Ajak kakak memilih barang-barang untuk adiknya. Kegiatan ini akan menciptakan ikatan emosi antara kakak dan adik sejak dini. Setelah itu, Mama bisa memberikan “hadiah” kepada kakak atas usaha baiknya, sehingga kelahiran adik akan membawa pengalaman menyenangkan bagi si kakak.

Trik Memilih Ikan Segar

Sebelum membeli, pastikan Mama memilih ikan yang segar, ya. Ikan segar bisa dilihat dari kekenyalan dagingnya, aroma, warna, dan tampilannya. Berikut penjelasannya: • KEPADATAN DAGING Daging ikan segar tidak lembek atau mudah berubah ben tuk ketika ditekan dengan jari, serta tidak gampang terlepas dari tulang. Ekornya terlihat kaku dengan daging padat. Bila Mama membeli ikan yang sudah dipotong atau ikan O llet, cek kesegarannya dengan menekan daging ikan menggunakan jari.

Daging ikan yang tidak segar, bila ditekan menggunakan jari, tak akan kembali ke bentuk semula, tekanan jari Mama tampak tidak menghilang. • AROMA AMIS TAK BERLEBIHAN Aroma amis khas ikan pada ikan segar hanya berbau tipis. Nah, bila ikan sudah berbau amis secara berlebihan, semisal bau busuk, pertanda ikan tersebut sudah tak segar lagi alias produk lama. • WARNA Sisik ikan segar terlihat melekat erat pada kulit dan tampak cerah, seperti memantulkan cahaya. Insang ikan segar juga berwarna merah atau merah muda.

Pada daging ikan fillet, bila warnanya tampak kecokelatan/kekuningan, pertanda ikan sudah tak segar lagi. • TAMPILAN IKAN Dari penampilan ikan, Mama bisa mengetahui mana yang segar dan tidak. Matanya terlihat bulat penuh, agak menonjol, dan tidak keruh. Bentuk ikan menggembung (namun tidak bengkak atau kempis) dengan kulit dan daging yang terlihat mengilat.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Ketika Janin Terdeteksi Cacat

Deteksi cacat bawaan bisa dilakukan sejak masa kehamilan, saat lahir, ataupun di kemudian hari setelah lahir. Dalam masa kehamilan, pemeriksaan bisa dilakukan dengan alat ultrasonograO (USG). Menurut dr. Triono Adisuroso, SpOG, MMed., MPhil., cacat bawaan biasanya paling sering diketahui di usia kehamilan 16-24 minggu atau trimester kedua. Itulah mengapa, trimester kedua merupakan waktu yang tepat untuk mendeteksi kelengkapan organ tubuh atau skrining kecacatan pada janin (fetal anomalies scanning).

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Meski, beberapa cacat bawaan sudah dapat dideteksi sedini mungkin pada akhir trimester pertama, seperti kelainan bentuk kepala fetal acrania atau anensefalus, dan sindrom Down. Skrining sindrom Down, misal, bisa dideteksi menggunakan USG dengan cara menilai ketebalan lemak tengkuk janin, yang lebih akurat pada usia kehamilan 11s14 minggu. Tentunya, penegakan diagnosis cacat bawaan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, Ma. Perlu diketahui apakah cacat bawaan tersebut hanya melibatkan satu organ tubuh, suatu sindrom (himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak) yang melibatkan banyak organ tubuh (multiple congenital anomalies), serta cacat bawaannya ringan atau berat.

Apabila diperlukan pemeriksaan yang lebih teliti untuk mendukung diagnosis, dokter biasanya akan merujuk pasien untuk pemeriksaan USG (ultrasonografi) khusus ke dokter sub-spesialis fetomaternal. Sub-spesialis fetomaternal merupakan salah satu cabang dari bagian kandungan dan kebidanan (obstetri dan ginekologi) yang mampu mendiagnosis atau mendeteksi kelainan pada janin. Pemeriksaan fetomaternal meliputi deteksi dini fetal abnormalities (kelainan genetik, gangguan pembentukan organ); deteksi keguguran dan stillbirth (bayi lahir dalam keadaan meninggal); preterm delivery (kelahiran prematur); dan skrining untuk kelainan kromosom.

Pemeriksaan analisis kromosom dan DNA juga akan dilakukan jika dicurigai kemungkinan dugaan kelainan genetik sebagai penyebabnya. HARUSKAH DIAKHIRI? Setelah kondisi janin diketahui cacat, ada beberapa hal yang menentukan penatalaksanaan selanjutnya, yaitu: berat atau ringannya cacat bawaan, apa bayi mampu bertahan hidup setelah dilahirkan, dan apakah cacat bawaan tersebut dapat diobati atau tidak. Bila cacat bawaan tersebut bersifat ringan, hanya terbatas pada satu organ (soliter), tidak membahayakan bayi setelah dilahirkan, dan dapat dilakukan penanganan atau pengobatan, baik dengan pemberian obat tertentu maupun dengan operasi, maka sebaiknya kehamilan dilanjutkan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Hamil Ketiga dan Janinnya Gesit

Ramadan tahun lalu, Zaskia Adya Mecca (28) sengaja mendampingi sang suami, Hanung Bramantyo (42), selama pengambilan gambar untuk filmnya di Yogyakarta. “Diam-diam, tanpa sepengetahuan dari Mas Hanung, aku telah mencopot alat KB sebab aku ingin hamil lagi,” kenang Zaskia. Tanda-tanda kehamilan pun terasa.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Selama bulan Ramadhan, Zaskia tidak datang bulan, padahal biasanya ia haid jadi tidak bisa puasa dengan penuh sebulan. “Alhamdulillah, setelah tes kehamilan saya positif hamil.” Hanung, kata Zaskia, sempat syok saat tahu dirinya hamil anak ketiga. Setelah dijelaskan bahwa Zaskia begitu ingin memiliki anak lagi, akhirnya Hanung mendukung dan ikut berbahagia. Nanti, lanjut Zaskia, setelah anak ketiga lahir, ia ingin segera hamil lagi sebelum usianya 30 tahun. “Saya ingin punya empat anak dan hamil sebelum usia 30 tahun,” sambungnya.

 

Meski begitu, mama dari Kana Sybilla Bramantyo (6) dan Kala Madali Bramantyo (3) ini tidak ngoyo. Zaskia pun bercerita, kehamilannya yang ketiga ini banyak berbeda dengan dua kehamilan sebelumnya. “Di usia kandungan tiga bulan, saya drop dan dirawat di rumah sakit selama empat hari, padahal sebelumnya tidak pernah,” cerita pemeran Siti halidah dalam film Sang Pencerah ini. Mungkin karena aktivitasnya sangat padat, sebagai host acara “Berita Islami Masa Kini” di Trans TV, mengurus empat label baju, juga mengurus kedua anaknya.

Pemeran dari dalam film Hijab ini pun mengaku kerap kaget dengan kegesitan janinnya. Soalnya, cerita Zaskia, “Gerakannya sangat heboh, sering nendang dengan keras, muter badannya, dan menggeliat, padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini. Aku senang, tapi juga panik, karena perut aku sampai ngilu.” Setelah memiliki dua anak perempuan, Zaskia sangat menginginkan punya anak lelaki. Meski begitu, ia sama sekali tak mau menjalankan program untuk memilih jenis kelamin anak.

“Aku serahkan semuanya kepada Allah, aku tidak mau mengatur Allah, aku pasrahin saja. Soalnya, aku tahu Allah lebih tahu apa yang terbaik buatku,” jelas Zaskia. Nah, bagaimana dengan kehamilannya yang ketiga ini? Ternyata, Allah mengabulkan keinginan Zaskia. “Kata dokter, janinku ini laki-laki,” ucap Zaskia dengan nada bahagia. Zaskia tentunya merasa sangat bersyukur.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Program Audisi Vokal

Suatu siang, redaksi nakita keda tangan dua musisi kondang, ayah dan anak, Erwin Gutawa (53) dan Gita Gutawa. Mereka ingin sharing tentang anak-anak Indonesia yang memiliki talenta luar biasa dalam olah vokal. Mereka pun bercerita tentang program audisi vokal yang diberi nama “Di Atas Rata-Rata” (DARR) dan sudah masuk gelombang kedua. DARR sen diri adalah sebuah project music yang diproduseri Erwin dan Gita.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Anak-anak Indonesia yang berbakat dalam bidang olah suara, mereka kumpulkan dan pilih melalui audisi tertutup. Lahirnya DARR, papar konduktor dan pemilik Erwin Gutawa Orchestra ini, benihnya muncul ketika ia dipercaya menangani musik pada pementasan Musikal Laskar Pelangi sekitar tiga tahun lalu. “Saat audisi, saya ketemu banyak anak yang bagus sekali dalam menyanyi dan ber akting,” kata Erwin, sehingga terbukalah matanya bahwa anak Indonesia itu “gila-gila” kemampuan musik dan menyanyinya, perlu ada tempat untuk mengembangkannya lebih lanjut.

Kemudian, Erwin berbincang dengan anaknya, Gita, dan terbersit ide untuk membuat sebuah audisi. “Tapi, waktu itu belum ada namanya, pokoknya kami coba-coba bikin audisi di studio kami,” imbuh Erwin. Erwin pun menginformasikan ke teman-temannya dan guru-guru vokal untuk mengirimkan anak didik mereka mengikuti audisi di studio musiknya. Ternyata, animonya cukup menggembirakan, banyak peserta antusias ikut audisi.

Di hari pertama saja, Erwin dan Gita sudah dibuat terpesona oleh anak usia 10 tahun yang menyanyi jazz sambil improvisasi. “Wah, ternyata benar-benar hebat-hebat anak Indonesia itu, potensinya dahsyat banget!” ucap Erwin yang membayangkan di usia 10 tahun mungkin ia masih main kelereng, layangan, atau permainan tradisional lain. “Boro-boro mengerti cord atau improvisasi, jauh dah!” tegas lulusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986) ini.

35 Kisah Terbaik Rasulullah & Sahabat

Banyak kisah tentang Rasulullah dan para sahabatnya yang bisa dijadikan teladan buat kita dan anak-anak. Nah, di buku ini terdapat 35 kisah Rasulullah dan para sahabatnya yang luar biasa, seperti: kisah Salamah bin Akwa yang pemberani, Ibnu Abbas yang sudah menghafal Alquran sejak kecil, Zainab binti Jahsy yang sangat dermawan, Hudzaifah yang sangat teguh memegang amanah, Rasulullah yang sangat menghormati tamu, dan banyak lagi. Setiap kisah disampaikan dengan menarik dengan tulisan berima sehingga kita bisa menceritakannya sambil mendendangkannya dan anak pun tidak akan bosan mendengarkannya. Melalui kisah-kisah ini, kita pun terbantu dalam upaya membangun karakter positif anak.

Mengapa Kiwi Menjadi Buah Paling Menyehatkan?

Mama tentu mengenal buah kiwi, bukan? Ternyata buah asal Selandia Baru ini merupakan salah satu buah yang paling menyehatkan. Buah Kiwi Zespri® Green menjadi salah satu kategori buah kiwi yang banyak tersebar di dunia. Berikut 7 alasan mengapa Kiwi Zespri® Green menjadi buah paling menyehatkan: z Memiliki kandungan vitamin C dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk. Vitamin C berkontribusi pada fungsi normal imunitas tubuh. Vitamin C dalam Buah Kiwi Zespri juga terbukti membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

z Rendah sodium, lemak dan memiliki GI (indeks glikemik) rendah sehingga baik dikonsumsi setiap hari. z Tingkat nutrisi tinggi, yaitu 5 kali buah pir atau 6 kali buah Apel. z Buah yang kaya serat, yakni sebanyak 3 g/100g (bandingkan dengan pepaya 1,8 g/100g). z Mengonsumsi 2–3 buah Kiwi Zespri® Green secara teratur setiap hari memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan sistem pencernaan (Berkurangnya rasa kembung, Memperlancar buang air besar dan Perubahan enzim positif yang mendukung pertumbuhan bakteri baik dan berkurangnya bakteri jahat dalam sistem pencernaan).

z Mengandung enzim actinidin yang memperlancar tubuh mencerna protein makanan seperti daging, susu, biji-bijian, dan serealia lainnya (terutama kasein, protein dalam otot daging, gluten, dan pada kondisi tertentu protein isolate kedelai). z Semua Buah Kiwi Zespri® ditanam berdasarkan Zespri® System, sebuah pro gram quality assurance untuk memasti kan semua Buah Kiwi Zespri® ditanam dengan teknik manajemen kebun terbaik, serta memperhatikan kelangsungan ling kungan hidup sekitarnya.

Mango Salad Edamame UNTUK 4 PORSI NILAI GIZI PER PORSI: ENERGI = 388 Kal PROTEIN: 27,8 g z LEMAK: 15,2 g z KARBOHIDRAT: 42,9 g BAHAN: 300 g edamame, rebus, ambil bijinya 100 g bawang bombai, iris halus 300 g mangga indramayu, iris halus memanjang 2 btg daun ketumbar, cincang 3 sdm air jeruk nipis 2 sdm thai chili sauce 2 sdm saus tomat 3 sdm gula pasir 2 sdm saus plum 1 sdt garam Lettuce secukupnya CARA MEMBUAT: campur semua bahan kecuali lettuce menjadi satu, aduk rata. ? Susun lettuce di dalam piring saji, letakkan campuran salad di atasnya, hiasi sesuai selera.

Sumber : pascal-edu.com

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan 2

Mindless eating dapat menyebabkan kita tetap merasa lapar dan ingin makan lagi meskipun sebelumnya sudah makan. Pada anak, mindless eating juga menyebabkannya jadi pilih-pilih makanan. Anak tidak menghargai makanan yang ada di depannya. Kemungkinan besar pemikiran ini (mind) datang dari contoh orangtuanya.

Mama Papa mungkin pernah secara tidak sengaja pernah berucap seperti ini, “duh, sup ikannya kok enggak enak ya Pa. Nyesel deh tadi Mama memesan ini,” ucap Mama pada sebuah restoran ketika makan bersama sambil menyingkirkan ikan di hadapan anak. Nah, jangan salahkan kalau kemudian anak meniru mamanya jadi tak suka ikan.

Perlu diingat, anak-anak belajar dari pengamatan. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan terutama ditemuinya terus-menerus akan tertanam dengan baik dalam pikirannya, sehingga akan ia tiru dan menjadi bagian dari perilakunya. Nah, orangtua perlu memberikan teladan sejak dini dan terusmenerus, termasuk teladan bagaimana menghargai makanan.

4 Langkah Penting Pola Makan Sehat

sat-jakarta.com – Pada perempuan yang makan dengan terburuburu, mengasup 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Untuk memulai pola makan yang lebih sehat dan lambat, keluarga bisa menerapkan empat langkah berikut:

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

Pertama: Duduklah di ruang makan yang tenang dan tidak berisik. Masing-masing menghadapi makanannya dengan menyuap sesendok demi sesendok, lalu mengunyah per lahan. Jangan makan sambil menonton televisi, apalagi memainkan gadget. Fokus saja pada makanan dan nik mati. Selain belajar fokus pada makanan, acara makan ber sama dalam suatu keluarga bisa menjadi momen spesial. Para ahli psikologi meyakini, salah satu cara agar proses pembelajaran berhasil diingat, yakni bila kita memasuk kan emosi di dalamnya, entah emosi senang atau sedih. Nah, ketika sedang makan, pada umumnya emosi sukacita mendominasi pada hati ditiap orang. Inilah saat tepat bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai syukur atau penghargaan terha dap makanan dengan penuh keakraban. Tak ada salahnya bila orangtua menjadikan agenda makan secara khusus. Misalnya, mengusahakan makan dilakukan bersama-sama di meja makan. Suasana diusa hakan cair dan hangat sehingga orangtua dan anak-anak bisa berkomunikasi dengan menyenangkan.

Kedua: Santap beragam makanan demi keseimbangan zat gizi. Setiap makan, pastikan di atas piring terdapat makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein. Tiga jenis zat gizi ini dikenal paling lama dicerna tubuh, sehingga energi tidak cepat habis dan kita merasa ke nyang lebih lama. Melengkapi mindful eating, dikenal pula rainbow plate. Artinya, dalam setiap piring selalu ada warna warni, lebih dari tiga yang berasal dari serat, lemak dan protein tadi. Temukan serat pada buah-buahan, sayur sayuran, gandum utuh, kacang, dan biji-bijian. Untuk memenuhi kebutuhan lemak, pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti: avokad, kacang almond, kacang tanah, dan minyak zaitun. Lalu santap daging sapi, ikan, tempe, tahu, dan ayam tanpa kulit se bagai sumber protein.

Ketiga: Ambil makanan sedikit demi sedikit, lalu kunyah sampai benar-benar lumat, barulah ditelan. Beri jarak waktu antara suapan demi suapan. Nik mati sejenak obrolan selama beberapa menit, lalu lanjut kan kembali makan.

Keempat: Biasakan anak-anak mempunyai jam makan yang tera tur saat makan pagi, siang, dan malam. Konsep mindful eating mengikuti jarak makan normal manusia, yakni setiap empat jam sekali sambil memer hatikan porsi makanan. Jika dalam 4—5 jam kemudian si kecil belum merasa lapar, artinya ia makan terlalu banyak pada 4—5 jam sebelum nya. Dengan konsep ini, anak belajar makan ke banyakan itu seperti apa dan makan cukup itu seperti apa. Ini sejalan dengan tujuan mindful eating, yaitu menyerahkan kebutuhan makan pada tubuh, bu kan pada selera, nafsu dan emosi, serta tahu kapan ha rus berhenti makan. Mulailah makan ketika belum begitu lapar dan berhentilah makan pada saat mulai merasa kenyang. Mula-mula mungkin terasa sukar, apalagi bagi anak anak yang sudah terbiasa makan cepat akan membutuh kan waktu untuk disiplin. Namun, dengan contoh dan penjelasan dari Mama Papa, apa pun pasti bisa dilaku kan asal terbiasa.