Category Archives: Kuliner

Chef Owner of Kepiting Epi & vietnamese, Bandung

Cara memilih kepiting yang tepat jadi kunci utama sebelum mengolahnya. Kepiting yang segar bisa dilihat dari gerakan kepiting saat disentuh. Jika kaki belakangnya merespon lemah saat disentuh, artinya kepiting kurang segar. Kepiting segar akan menggerakan matanya masuk ke dalam kantong mata jika ada sentuhan. Tak jarang kita menemukan kepiting bercangkang besar, tetapi dalamnya kopong karena dagingnya menyusut.

Cara mengeceknya, “Kita pegang dengan kedua jempol tangan pada bagian sisi perut kiri dan kanan. Jika keras, maka dagingnya padat. Namun jika cangkangnya lembek dan mudah ditekan, artinya berdaging kopong,” imbuh koki yang akrab disapa Chef Epi ini. Jangan lupa cek juga kelengkapan bagian tubuh kepiting. Jangan sampai ada kakinya lepas, atau bagian cangkang terluka. “Jika kondisi kepiting sudah cedera, dipastikan dagingnya sudah terkontaminasi dan tak layak diolah,” sambungnya lagi.

Uniknya Mochi Pelangi

Uniknya mochi buatan Indira Kania Putri dan Rizqi F. Razie dengan brand e-Mochition, terletak pada warna mochinya. Unik, lantaran kulit mochinya dibuat dengan warna rainbow alias pelangi. Mereka menyebutnya original rainbow. “Makanan dengan tampilan yang cantik dan unik selalu disenangi oleh banyak orang, terutama untuk para anak muda. banyak produsen makanan membuat tampilan produknya lebih mencolok mata, sehingga jadi pusat perhatian dan daya tarik tersendiri.

Nah, kami termotivasi membuat mochi pelangi ini,” kata Indira. Indira dan Rizqi mengombinasikan original rainbow dengan isi kacang tumbuk. “Kami mencoba untuk membuat inovasi perubahan tampilan kulit mochinya menjadi lebih menarik, cantik, dan kekinian, tanpa mengubah rasa dan kelezatan mochi originalnya,” tambahnya. Tak hanya original rainbow alias mochi pelangi yang jadi pusat perhatian. Di sini juga tersedia varian rasa lain yang tak kalah unik, seperti red velvet cheese, blue choco mint, choco Oreo, green tea red bean, selai kacang wijen, mochi strawberry, dan mochi kopi yang beraroma menggoda.

“Kebanyakan anak muda suka mochi choco Oreo, original rainbow, blue choco mint, dan red velvet cheese. Sedangkan pembeli yang lebih tua lebih suka varian mochi isi kacang, original rainbow, mochi kacang wijen, dan green tea redbean. Penggemar kopi, tentu saja suka mochi kopi,” tutur Indira. Dalam berjualan, Indira dan Rizqi mengandalkan sistem pre order. Dalam 1 minggu, mereka hanya membuka order 3 kali. Dan 1 kali buka order, mereka memproduksi 50-100 mochi aneka varian.

Pondok Dahar “Pangeran Kecil”

Meski baru buka sejak Agustus 2013, namun kedai ini selalu ramai dikunjungi. Bandeng bakar dan ayam asap merupakan menu yang banyak dipesan pengunjung. Mereka tergiur dengan kelezatan hasil olahan Bpk. Sugiharto, sang pemilik kedai ini. Bandeng bakar berukuran sedang ini terasa manis dan bertekstur renyah.

Pernyajiannya bersama sambal terasi, ketimun, kacang panjang mentah, dan daun kemangi. Sepotong bandeng asap dipatok dengan harga Rp. 15 ribu. Ayam asapnya buatan kedai ini sungguh istimewa karena dibuat dari ayam kampung. Balutan sambalnya bikin kita langsung tergiur. Setelah disantap, teksturnya luar biasa empuk.

Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp 14 ribu untuk menikmati kelezatannya. Menu lain yang bisa dinikmati adalah garang asem bandeng, lele crispy, dan taoge ikan asin. Ketiganya pun punya kelezatan yang patut diacungkan jempol. Bersantap di sini tak perlu takut tak kebagian tempat karena daya tampungnya cukup besar. Seratus orang bisa memenuhi kedai yang buka dari pukul 10 hingga pukul 10 malam.