Taifun Lengket – Lengket Dan Jamuran Bag4

”Sementara dokumentasi Sardono tahun 1988 di Borobudur scratch-nya banyak dan jamuran.” Durasi tiap rol rata-rata tiga menit. Untuk mengabadikan suatu peristiwa, Sardono sering membutuhkan banyak rol. Di lingkungan suku Batak, saat mengikuti upacara agama Parmalin, Sardono menghabiskan banyak rol. Karena itu, durasi dokumentasi upacara Batak yang ditayangkan di Singapura tersebut paling panjang, hampir 49 menit. Menurut Ari, pihak Australia saat hendak merestorasi meminta Ari lebih dulu menyambung isi rol sekitar tiga menit itu.

”Sebab, kalau mereka yang menyambungkan sendiri, biaya jatuhnya sangat mahal.” Ari adalah aktivis Lab Laba-laba yang melakukan pameran di gedung Pusat Film Nasional (PFN), Jakarta, yang terbengkalai pada Maret 2015. Saat itu ia melihat banyak pita rol flm 35 dan 16 milimeter tergeletak di lantai gedung PFN. ”Pita-pita bekas flm itu saya kumpulkan. Saya pulung. Saya ingin tahu itu potongan flm apa.”

Titi Kamal Disiplin Lewat Lagu

Mengajarkan hidup teratur dan disiplin pada buah hati dilakukan Titi lewat contoh dan nyanyian. Bagi pemeran Maura dalam film Cinta 2 sekaligus anugerah terindah. Pemilik nama lengkap ini, memiliki anak adalah keajaiban, Kurniati Kamalia Ada Apa Dengan (33) ini, lantas bercerita tentang sang buah hati, Arjuna Zayan Sugiono atau Juna (2).

Baca juga : kerja di Jerman

“Juna mendapat ASI eksklusif, sebab hanya itu makanan yang terbaik bagi bayi,” papar istri dari aktor yang juga bermain dalam AADC 2, Christian Sugiono (33). Menurut artis yang akrab disapa Tikam ini, ia dan Christian sengaja mengurus Juna sendiri, “Bagi kami, sebaik-baiknya diurus oleh orang lain, seorang anak paling baik diurus oleh orangtuanya sendiri.” Karena itulah, Juna selalu dibawa ke mana-mana oleh Tikam, tak terkecuali saat syuting. Masalahnya, tidak mudah membawa anak ke tempat syuting, karena tidak semua lokasi syuting ramah anak.

Tikam lalu menyiasatinya dengan pilih-pilih pekerjaan, “Saya pastikan dulu, bolehkah saya membawa anak, disediakan tempat khusus untuk anak atau tidak, dan sebagainya.” Untungnya, Juna termasuk anak yang asyik dan tidak rewel, jadi dibawa ke mana-mana pun anteng.Tak heran, karena selama ini Tikam mendidiknya dengan keteraturan. ”Bagi saya, yang penting anak itu mampu hidup teratur, disiplin. Hal itu sudah kami biasakan sedari Juna masih bayi, misal Juna kalau makan selalu di baby chair.” Sekarang, Tikam juga mulai melatih Juna untuk membereskan mainannya sendiri usai digunakan.

Caranya? “Saya selalu memberikan contoh. Saya bereskan mainan Juna sambil bernyanyi, he he he…. Begitu juga saat ngajarin buang sampah di tempatnya, tetap dengan contoh dan bernyanyi. Lagunya bebas, kita karang sendiri aja, ha ha ha….” jelasnya sambil tertawa lebar. Hasil penerapan disiplin ini sudah tampak pada Juna yang tumbuh menjadi anak yang senang kerapian. “Juna suka beres-beres, selalu menaruh barang di tempat semula. Dia juga resik, kalau ada sampah, dia akan mengambilnya, lalu membuang ke tempat sampah,” kata Tikam yang ingin memiliki tiga anak. Wah, senangnya!

Sumber : https://ausbildung.co.id/