Mahasiswa Negeri Bukan Anak Emas

Banyak perguruan tinggi negeri dari keluarga kurang mampu menilai biaya kuliah tung gal (BKT) dan uang kuliah mahasiswa tunggal (UKT) per semester terlampau tinggi. Mahasiswa program D-3 Komputer Kontrol di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, misalnya, harus membayar uang kuliah Rp 7,5 juta. Kebijakan itu merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2013 tentang BKT dan UKT.

”Uang kuliah tunggal adalah bentuk dari biaya pendidikan berkeadilan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im, pekan lalu. Persoalan uang kuliah di perguruan tinggi negeri pernah ditulis Tempo pada edisi 21 Juni 1986 dengan judul ”Mahasiswa Negeri Bukanlah Anak Emas”. Pada tahun itu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menaikkan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi mahasiswa baru. Besar kenaikan yang diteken Menteri P dan K dengan Menteri Keuangan umumnya di atas 100 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *