BAGUS PANDEGA MENUNJUKKAN BAHWA KARYA SENI TIDAK HARUS DIAM

Bagus Pandega menunjukkan bahwa karya seni tidak harus diam

Bygone merupakan tafsir literal dan kontemplasi personal sang seniman melihat kehidupan yang sudah berlalu. Beberapa karya dalam pameran ini memiliki sistematika yang sama dengan durasi berbeda. ”Kadang nyala sendiri, kadang nyala bareng. Seperti itulah kehidupan,” kata Bagus mencontohkan tiga seri karya A Tea Poi On Moo. Pada seri karya itu, Bagus merancang instalasi turntable, vinyl, yang berputar otomatis dengan sistem relay elektronik dan disorot lampu meja. Tiga karya ini berputar secara acak. Ketika berputar, tiga vinyl yang diberi stiker bibir di sekelilingnya itu menampilkan animasi bibir bergerak yang mengucapkan saya tidak tahu, saya tidak yakin, dan lihat saja nanti.

Website : kota-bunga.net

Tiga kalimat yang merujuk pada ketidakpastian itu sendiri. Telah lama Bagus menjadi kolektor vinyl. Sesekali, dalam beberapa bulan, alumnus magister seni murni dari Institut Teknologi Bandung ini memborong ratusan vinyl tanpa melihat judulnya. ”Banyak musik yang belum pernah saya dengar. Tapi pernah saya mendapat edisi emasnya Michael Jackson,” katanya. Vinyl juga jadi medium yang dipilih Bagus dalam membuat Polka, karya yang menampilkan putaran acak dari 16 piringan hitam yang disusun dalam rak kaca. Di ruang hening, sistem elektronik yang memutar vinyl secara acak ini akan terdengar seperti bunyi halus orang bernyanyi seriosa. Namun suara itu tenggelam dalam kegaduhan bunyi bermacam karya Bagus dalam ruangan ini. l l l DINDING putih sepanjang galeri tak luput jadi ”kanvas” sang seniman.

Bagus memasang di dinding itu rangka besi dan lampu sirene kuning sepanjang enam meter yang terhubung dengan sistem elektronik. Deretan lampu itu berpendar dan berputar tanpa pola. Tapi, sesekali, kata ”Peak” terbaca di antara pendaran lampu itu. Tak ada suara yang keluar dari karya ini, tapi, ”Karya ini membutuhkan usaha lebih lama,” kata Bagus. Dalam karya itu, Bagus juga tidak menyembunyikan lilitan berbagai macam kabel listrik. Semuanya terekspos. Di ruangan lain, Childhood Mixed Fantasy dipresentasikan dalam gelap. Dalam karya ini, Bagus merancang pelat berbentuk bundar dipasangi baut-baut dan berotasi layaknya piringan hitam raksasa. Tiap kali bautbaut itu menyentuh delapan switch yang menggantung di atasnya, sentuhan tersebut memicu keluarnya bunyi dari delapan motor music box yang terhubung. Lampulampu LED yang tersusun dari kabel akan merespons bunyi-bunyian dari kotak musik dengan menyala bergiliran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *