Mindful Eating Seni Menghargai Makanan 2

Mindless eating dapat menyebabkan kita tetap merasa lapar dan ingin makan lagi meskipun sebelumnya sudah makan. Pada anak, mindless eating juga menyebabkannya jadi pilih-pilih makanan. Anak tidak menghargai makanan yang ada di depannya. Kemungkinan besar pemikiran ini (mind) datang dari contoh orangtuanya.

Mama Papa mungkin pernah secara tidak sengaja pernah berucap seperti ini, “duh, sup ikannya kok enggak enak ya Pa. Nyesel deh tadi Mama memesan ini,” ucap Mama pada sebuah restoran ketika makan bersama sambil menyingkirkan ikan di hadapan anak. Nah, jangan salahkan kalau kemudian anak meniru mamanya jadi tak suka ikan.

Perlu diingat, anak-anak belajar dari pengamatan. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan terutama ditemuinya terus-menerus akan tertanam dengan baik dalam pikirannya, sehingga akan ia tiru dan menjadi bagian dari perilakunya. Nah, orangtua perlu memberikan teladan sejak dini dan terusmenerus, termasuk teladan bagaimana menghargai makanan.

4 Langkah Penting Pola Makan Sehat

sat-jakarta.com – Pada perempuan yang makan dengan terburuburu, mengasup 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Untuk memulai pola makan yang lebih sehat dan lambat, keluarga bisa menerapkan empat langkah berikut:

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

Pertama: Duduklah di ruang makan yang tenang dan tidak berisik. Masing-masing menghadapi makanannya dengan menyuap sesendok demi sesendok, lalu mengunyah per lahan. Jangan makan sambil menonton televisi, apalagi memainkan gadget. Fokus saja pada makanan dan nik mati. Selain belajar fokus pada makanan, acara makan ber sama dalam suatu keluarga bisa menjadi momen spesial. Para ahli psikologi meyakini, salah satu cara agar proses pembelajaran berhasil diingat, yakni bila kita memasuk kan emosi di dalamnya, entah emosi senang atau sedih. Nah, ketika sedang makan, pada umumnya emosi sukacita mendominasi pada hati ditiap orang. Inilah saat tepat bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai syukur atau penghargaan terha dap makanan dengan penuh keakraban. Tak ada salahnya bila orangtua menjadikan agenda makan secara khusus. Misalnya, mengusahakan makan dilakukan bersama-sama di meja makan. Suasana diusa hakan cair dan hangat sehingga orangtua dan anak-anak bisa berkomunikasi dengan menyenangkan.

Kedua: Santap beragam makanan demi keseimbangan zat gizi. Setiap makan, pastikan di atas piring terdapat makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein. Tiga jenis zat gizi ini dikenal paling lama dicerna tubuh, sehingga energi tidak cepat habis dan kita merasa ke nyang lebih lama. Melengkapi mindful eating, dikenal pula rainbow plate. Artinya, dalam setiap piring selalu ada warna warni, lebih dari tiga yang berasal dari serat, lemak dan protein tadi. Temukan serat pada buah-buahan, sayur sayuran, gandum utuh, kacang, dan biji-bijian. Untuk memenuhi kebutuhan lemak, pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti: avokad, kacang almond, kacang tanah, dan minyak zaitun. Lalu santap daging sapi, ikan, tempe, tahu, dan ayam tanpa kulit se bagai sumber protein.

Ketiga: Ambil makanan sedikit demi sedikit, lalu kunyah sampai benar-benar lumat, barulah ditelan. Beri jarak waktu antara suapan demi suapan. Nik mati sejenak obrolan selama beberapa menit, lalu lanjut kan kembali makan.

Keempat: Biasakan anak-anak mempunyai jam makan yang tera tur saat makan pagi, siang, dan malam. Konsep mindful eating mengikuti jarak makan normal manusia, yakni setiap empat jam sekali sambil memer hatikan porsi makanan. Jika dalam 4—5 jam kemudian si kecil belum merasa lapar, artinya ia makan terlalu banyak pada 4—5 jam sebelum nya. Dengan konsep ini, anak belajar makan ke banyakan itu seperti apa dan makan cukup itu seperti apa. Ini sejalan dengan tujuan mindful eating, yaitu menyerahkan kebutuhan makan pada tubuh, bu kan pada selera, nafsu dan emosi, serta tahu kapan ha rus berhenti makan. Mulailah makan ketika belum begitu lapar dan berhentilah makan pada saat mulai merasa kenyang. Mula-mula mungkin terasa sukar, apalagi bagi anak anak yang sudah terbiasa makan cepat akan membutuh kan waktu untuk disiplin. Namun, dengan contoh dan penjelasan dari Mama Papa, apa pun pasti bisa dilaku kan asal terbiasa.