Google Monopoli Android

Teknorus.com – Mengapa ponsel dan platform Android melesat dalam beberapa tahun belakangan ini saja? Salah satu sebabnya adalah karena selama ini khalayak merasa hampir semua aplikasi yang ada di Android bisa diperoleh secara gratis. Ini beda dengan, misalnya, aplikasi-aplikasi di platform Apple. Android juga dipersepsi merupakan platform terbuka yang bisa diperoleh secara gratis sehingga para pembuat ponsel ramai-ramai menggunakannya untuk memangkas harga jual ponsel jualannya.

Baca juga : Gambar Keren

Cukup bikin ponsel yang lulus Android Compatibility Test, maka orang sudah bisa jualan ponsel Android. Harga ponsel cerdas pun lama-lama makin murah. Anggapan itu memang tak salah. Namun sekaligus juga tak sepenuhnya benar. Hal ini terungkap lewat sebuah gugatan dari masyarakat dalam bentuk class-action di Pengadilan Negeri California, AS yang ditujukan kepada Google beberapa waktu lalu. Ternyata ada tekanan dari Google agar fiturfiturnya dimuat oleh para produsen perangkat Android.

Caranya, menurut gugatan yang dikutip oleh kompas.com, adalah dengan membuat perjanjian bernama Mobile Application Distribution Agreement (MADA). Isi perjanjian itu mengharuskan layanan seperti Google Play Store dan YouTube agar dikedepankan pada layar perangkat bikinan produsen Android yang bersangkutan. Keharusan lain, seperti diungkap oleh situs Re/code, misalnya adalah fitur pencarian Google harus menjadi fitur default dan ditempatkan di halaman depan.

Ikon Playstore dan Google Search ini juga harus ditempatkan setidaknya satu panel sedekat mungkin dengan Default Home Screen. Dan bahwa aplikasi Google lain harus dipajang pada posisi yang tidak lebih dari satu level di bawah sisi atas layar ponsel. Aplikasi lain yang harus diinstal setidaknya adalah: Set-up Wizard, Google Phone-top Search, Gmail, Google Calendar, Google Talk, YouTube, Google Maps for Mobile, Google Street View, Contact Sync, Android Market Client (not products downloaded from Android Market), Google Voice Search, dan Network Location Provider. Gugatan class-action tersebut menuding bahwa Google berhasil mencapai monopoli lewat cara ini. Misalnya dalam hal search engine di mana Google mendapat pangsa 87 persen di pasar mobile search, sementara pesaing seperti Yahoo hanya bisa memperoleh kurang dari 8 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *