PROYEK BANDARA KERTAJATI Jawa Barat Naikkan Modal hingga Rp 5 Triliun

BANDUNG — Pemerintah Jawa Barat menyerahkan aset lahan secara bertahap untuk proyek Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan aset itu akan menggenapkan penyertaan modal pemerintah kepada PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) hingga Rp 5 triliun. “Kami sedang mengusulkan rancangan peraturan daerah untuk perubahan modal dasar perseroan menjadi Rp 5 triliun,” kata dia kepada Tempo, kemarin. Menurut Iwa, baru sebagian lahan yang sudah dibebaskan, yakni seluas 1.000 hektare. Namun kemarin pemerintah Jawa Barat baru menyerahkan 2.948.294 meter persegi atau sekitar 294 hektare. Lahan itu berada di Desa Kertajati, Bantarjati, dan Kertasari, Kecamatan Kertajati. Iwa mengatakan penyerahan aset tersebut akan dilakukan kembali menyusul rampungnya penilaian (appraisal) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. “Baru sepertiga yang diserahkan,” ujar dia. Iwa mengatakan sebagian lahan tersebut akan dipakai untuk memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Kertajati dari 2.500 meter menjadi 3.500 meter. Pembangunan landasan pacu tersebut digarap oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dan dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

“Harapan kami, bisa langsung sepanjang 3.500 meter supaya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Iwa. Hingga kini pemerintah Jawa Barat menyerahkan penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah senilai Rp 796 miliar. Adapun lahan yang diserahkan kemarin bernilai Rp 725 miliar. Dengan demikian, total modal yang disetor pemerintah Jawa Barat sudah mencapai Rp 1,5 triliun. Kepemilikan saham pemerintah Jawa Barat di BIJB mencapai 98,45 persen. Selain dari pemerintah, BIJB menunggu penyertaan modal dari Angkasa Pura II. Perusahaan pengelola bandara milik negara ini menginginkan kepemilikan saham hingga 25 persen. Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan tengah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman untuk menyelesaikan penyertaan modal Angkasa Pura II.

Pemerintah menyerahkan aset lahan seluas 294 hektare. “Mudah-mudahan secara administrasi dan fisik segera bisa selesai,” kata dia. Tak cuma 25 persen saham, Angkasa Pura II juga ingin menempatkan perwakilannya di jajaran direksi BIJB serta meminta agar pengambilan keputusan melibatkan perwakilan mereka. Direktur Utama BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengatakan penyertaan modal pemerintah Jawa Barat berupa aset tanah dipergunakan untuk membangun sisi darat bandara. “Lahan itu bisa untuk bangunan komersial dan bangunan penunjang seperti depo bahan bakar milik PT Pertamina (Persero) dan lainnya,” ujar Virda. Setelah runway diperpanjang, Virda berharap semua tipe pesawat bisa mendarat di Kertajati. “Sekarang pembebasan lahan sudah beres semua, tidak seperti tahun lalu,” ucapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *